Archives

  • SIGNIFIKANSI PENGUDUSAN HIDUP BAGI ORANG PERCAYA DITINJAU DARI 1 PETRUS 1:15-16
    Vol. 1 No. 5 (2026)

    Penelitian ini membahas tentang “Signifikansi Pengudusan Bagi Orang Percaya di Tinjau dari 1 Petrus 1:15-16.” Penulis meneliti kenapa harus begitu penting karya Roh Kudus kepada orang percaya yang telah dipanggil dan dibenarkan oleh Tuhan untuk di kuduskan. Karya Roh Kudus pada kehidupan orang percaya memiliki peran yang sangat penting dalam merestorasikan umat-Nya menjadi ciptaan baru di dalam Yesus Kristus. Kekudusan yang dikerjakan oleh Roh Kudus di dalam diri orang percaya, mulai dari lahir baru, kekudusan secara progresif dan bahkan sampai pada pengudusan final yaitu kedatangan Yesus yang kedua kalinya ke dalam dunia. Secara ketat dapat dikatakan bahwa dalam pengudusan, Roh kudus berkarya sepenuhnya untuk menguduskan orang-orang percaya, tetapi juga sepenuhnya dituntut tindakan ketaatan dari orang-orang percaya dalam kehidupan sehari-hari secara khusus moralitas yang sesuai dengan karakter Kristus.

    Dengan demikian Setiap orang percaya harus memahami dengan benar dan sungguh-sungguh bahwa kepercayaan dan ketaatan mereka adalah bukan usaha dari manusia semata, melainkan Allah berkerja di dalam ketekunan-Nya yang melibatkan orang percaya. Setiap orang yang sudah percaya dan dibenarkan oleh Allah dalam karya Roh Kudus, maka Allah sendiri yang menjaga dan memelihara umat pilihan-Nya, Sehingga mereka memiliki iman yang sejati di dalam Yesus Kristus.

  • METODE-METODE ILMIAH DALAM SEJARAH TAFSIR ALKITAB
    Vol. 1 No. 3 (2026)

    Artikel ini berjudul “Metode-metode Ilmiah Dalam Sejarah Tafsir Alkitab” yang meneliti dan menjelaskan tentang perkembangan metode-metode penafsiran ilmiah dalam sejarah dan kesusastraan dalam bernalar pada interpretasi kitab suci.  Penelitian ini, mencoba melihat pengaruh perkembangan zaman terhadap interpretasi kitab suci, mulai pada zaman diaspora Israel ke-Babel, ekspansi bangsa-bangsa lain yaitu Yunani bahkan sampai pengaruh helenistik pada agama Yahudi hingga zaman Reformasi, dengan menjelaskan mazhab, pengaruh dan bahayanya dalam kekristenan. Penulis menyelidiki studi literatur dengan mencari data-data di perpustakaan dan memakai buku-buku yang berkaitan dengan penulisan artikel ini.

           Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa dengan zaman yang semakin berkembang pesat, maka pemikiran manusia mengikuti dan terpengaruh pada zaman yang selalu berubah sehingga mempengaruhi ajaran ortodoksi pada era pos-modern. Perubahan zaman membawa pemikiran manusia dalam memahami isi Alkitab semakin tidak netral, untuk itu seorang penafsir harus terus menerus mengembangkan interpretasinya dengan memahami konteks budaya Alkitab.

  • Kajian Teologis Konseling Pastoral Dalam Pendekatan Dan Intergrasi Teologis Psikologis
    Vol. 1 No. 4 (2026)

    Abstrak:

    Konseling pastoral merupakan hal yang sangat penting terutama dalam sebuah gereja. Konseling pastoral adalah suatu cara dan upaya yang menjadi bagian dalam pelayanan gereja terutama dalam ranah pastoral yang bertujuan untuk merengkuh permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam konteks jemaat. Konseling pastoral merupakan upaya dialogis antara konsep teologis terutama dalam konteks praksis pastoral dan konsep psikologi yang berhubungan dengan konteks kejiwaan dari manusia khususnya jemaat dalam suatu gereja. Kombinasi antara teologi dan psikologis ini menciptakan suatu integrasi praksis gereja dalam pelayanan pastoral untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan pastoral dalam gereja Tuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali integrasi keilmuan dan penerapan praksis dari konseling pastoral terutama yang berhubungan dengan integrasi teologis dan psikologis. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang lebih terfokus pada studi pustaka untuk menggali integrasi teoritis antara teologi dan psikologi dalam konsep konseling pastoral. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa ada integrasi teologis-psikologis dalam konsep konseling pastoral.

  • Komunitas Iman Di Tengah Komunitas Dunia
    Vol. 1 No. 1 (2026)

    ABSTRAK
    Banyak orang melihat gereja sebagai sebuah bangunan. Ini bukanlah makna alkitabiah tentang gereja. Kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ecclesia” yang berarti “Jemaat Tuhan”. Akar kata “gereja” tidak berhubungan dengan bangunan, tetapi dengan pribadi. Gereja berarti setiap orang yang terpanggil dalam persekutuan iman Kristiani. Persekutuan ini mencakup sedikit orang yang percaya dan membaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus untuk melanjutkan pekerjaan-Nya di dunia ini. Sebagai sakramen, gereja harus mewartakan kebaikan Tuhan dan juga sebagai tubuh Kristus, artinya setiap bagian harus berada dalam satu tubuh. Mereka bekerja sama dalam talenta mereka masingmasing dan menempatkan Kristus sebagai “Kepala”. Efesus 1:22-33 mengatakan: "Segala sesuatu telah ditanggungnya dan ia dijadikan kepala atas segala sesuatu bagi jemaat. Yaitu tubuh-Nya, yaitu keseluruhan dari Dia yang di dalamnya segala sesuatu dijadikan lengkap."

  • Pemimpin Yang Sukses Dari Perspektif Kepemimpinan Kristen
    Vol. 1 No. 2 (2026)

    Panggilan seorang pempimpin rohani yang sukses adalah pemimpin yang berjiwa rendah hati yang bisa mengayomi dan rendah hati kepada jemaatnya atau kepada bawahanya. Kepemimpinan kristen itu juga harus memahami dasar kepemimpinan kristen bahwa ia terpanggil sebagai pelayanan hamba Tuhan (Markus 10:42-45). Seorang pemimpin kristen terpanggil oleh Allah kepada Tugas dan Tanggung Jawab sebagai seorang pelayan dengan status sebagai hamba Allah. Pemimpin kristen bukannya terpanggil kepada suatu posisi atau jabatan tertentu, tetapi ia terpanggil kepada tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan/hamba Allah. Pemimpin yang baik seyogianya menumbuhkan semangat yang kuat untuk memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin.